Mahasiswa dari beberapa universitas di Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, mendesak agar DPR mengawasi lebih ketat kasus dugaan tindak pidana yang melibatkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Aksi ini berlangsung pada penutupan pekan pertama bulan Juli 2026, dengan tujuan untuk menarik perhatian publik dan penegak hukum atas fenomena kejahatan yang menggerogoti institusi kejaksaan.
Para mahasiswa menyampaikan bahwa belum adanya kejelasan terkait kasus-kasus yang melibatkan nama besar dalam tubuh kejaksaan menimbulkan keresahan di masyarakat. Mereka menilai pentingnya transparansi dan akuntabilitas di kalangan penegak hukum, terutama yang bernaung di bawah kejaksaan. Dalam pernyataan mereka, mahasiswa meminta agar semua pihak, terutama anggota DPR, bertindak tegas dan berani mengawasi dan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan prinsip keadilan.
Permintaan Mahasiswa untuk Pengawasan dan Akuntabilitas
Mahasiswa menekankan bahwa adanya dugaan kejahatan dalam tubuh aparat penegak hukum seperti kejaksaan, jika dibiarkan, akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan keadilan. “Kami datang ke sini untuk meminta DPR agar tidak tinggal diam. Kami ingin agar aduan masyarakat dan dugaan kejahatan di tubuh kejaksaan mendapatkan perhatian serius,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Beberapa organisasi mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam aksi ini, menegaskan bahwa keadilan tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga untuk institusi itu sendiri. Dalam konteks ini, mereka menyerukan perlunya reformasi di tubuh kejaksaan agar lembaga tersebut dapat berfungsi dengan baik dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
“Sangat disayangkan jika institusi hukum yang menjadi tempat masyarakat mencari keadilan justru terjerumus dalam tindakan kolusi dan korupsi. Kami ingin bara semangat reformasi tetap membara di tengah tantangan,” kata salah satu mahasiswa lainnya, mewakili suara peserta aksi.
Respon dari DPR dan Pihak Terkait
Hingga saat ini, pihak DPR yang terlibat dalam pengawasan kasus Jampidsus belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan mahasiswa. Namun, beberapa anggota DPR dikabarkan akan mendiskusikan aksi ini dalam rapat komisi mendatang. Mereka diharapkan untuk melihat perlu tidaknya pembentukan tim khusus untuk menindaklanjuti laporan yang diterima.
Sebagian anggota DPR menyatakan keprihatinan terhadap kepercayaan masyarakat yang mulai menurun terhadap sistem hukum dan meminta agar proses hukum yang berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Mereka mengingatkan bahwa setiap tindakan yang menyangkut integritas institusi hukum akan berimbas pada kepercayaan publik.
Pihak Kejaksaan Agung juga diharapkan memberikan klarifikasi mengenai posisi Febrie Adriansyah dalam kasus ini serta tindak lanjut yang telah dilakukan. Kejaksaan diminta untuk menyampaikan langkah-langkah konkret guna mencegah munculnya dugaan dugaan penyimpangan di masa depan, demi menjaga integritas dan profesionalisme lembaga.
Dampak dan Implikasi ke Depan
Aksi mahasiswa ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat, tetapi juga menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan lembaga negara. Peristiwa ini mencerminkan adanya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya keadilan dan integritas dalam penegakan hukum. Selain itu, aksi ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi diam ketika melihat ketidakadilan yang terjadi.
Seiring dengan meningkatnya tuntutan untuk akuntabilitas, lembaga penegak hukum diharapkan dapat lebih peka terhadap keluhan masyarakat. Bagi mahasiswa dan masyarakat awam, aksi sebagaimana ini menjadi sarana untuk mengungkapkan kekecewaan dan ketidakpuasan mereka terhadap sistem yang ada.
Penting bagi pemerintah dan DPR untuk membangun saling percaya dengan masyarakat agar ke depannya bisa menciptakan sistem hukum yang bersih dan transparan. Legislatif diharapkan dapat menjadi penghubung antara aspirasi publik dan penegakan hukum yang lebih baik.
Kondisi Terkini dan Harapan ke Depan
Hingga berita ini diturunkan, situasi di depan Gedung DPR sudah mulai kondusif, meskipun aksi berlangsung dengan penuh semangat. Mahasiswa berencana untuk mengadakan aksi serupa secara berkala sampai ada perkembangan nyata dalam proses hukum yang melibatkan Jampidsus. Para demonstran berharap, semoga ada langkah-langkah nyata yang diambil untuk menjaga integritas hukum.
Generasi muda diharapkan tetap aktif dan kritis terhadap setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah, serta mendukung upaya-upaya untuk mendorong reformasi hukum yang lebih baik. “Kami tidak akan mundur sampai keadilan dan integritas ditegakkan,” ujar salah satu mahasiswa dengan penuh semangat, menegaskan komitmen mereka untuk terus berjuang.












